3 perihal sikap terhadap harta benda dan kekayaan, Mat 6:19-34. 4) perihal hubungan dengan sesama manusia, Mat 7:1-12. 5) untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, orang harus mengambil keputusan yang pantang mundur, lalu melaksanakannya dengan perbuatan, Mat 7:13-27. Ref. Silang FULL -> Mat 6:14. Doa adalah salah satu cara manusia bekerja sama dengan Tuhan, itulah cara yang melaluinya manusia berseru kepada Tuhan, dan itulah proses ketika manusia dijamah oleh Roh Tuhan. Dapat dikatakan bahwa mereka yang tidak berdoa adalah orang mati tanpa roh, bukti bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk dijamah oleh Tuhan. Apakahbunyi visi Keuskupan Manado hasil Sinode 2000? · "Gereja Katolik Keuskupan Manado sebagai persekutuan umat beriman Kristiani, dipanggil dan diutus untuk bersama semua orang memebangun persaudaraan sejati.". Apakah kepanjangan INRI dan sebutkan artinya ? · "Iesu Nazarenum Rex Iodeorum" yang berarti "Yesus orang Nazareth raja Metode1Memanfaatkan Alkitab Lama. 1. Sumbangkan. Jika Alkitab tersebut berada dalam kondisi yang baik, pertimbangkan untuk menyumbangkannya kepada seseorang atau yayasan amal yang akan menggunakannya. Ini membuat orang lain dapat menyelami perkataan Tuhan yang, jika tidak, tidak memiliki kesempatan tersebut. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Perkataan kita haruslah menyenangkan Tuhan. Ada dalam Alkitab,“ Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.” Mazmur 1914 Kata-kata begitu berkuasa sehingga diam kadang-kadang adalah sikap yang terbaik. Ada dalam Alkitab,“ Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.” Amsal 13 3 Kata-kata kita mengungkapkan apa yang ada di dalam isi hati kita. Ada dalam Alkitab,“ Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” Matius 12 34 Kata-kata kita begitu penting karena kita mewakili Kristus. Ada dalam Alkitab,“ Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Kolose 4 6 Apakah yang seharusnya menjadi ciri-ciri dari kata-kata yang kita ucapkan? Ada dalam Alkitab,“ Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono-karena hal-hal ini tidak pantas-tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.” Efesus 5 4 Kata-kata kita dapat membantu orang lain di sepanjang jalan kehidupan. Ada dalam Alkitab,“ Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” Amsal 25 11 mengatakan Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” Yesaya 50 4 Salah satu perintah melarang menggunakan nama Tuhan dengan sembarangan. Ada dalam Alkitab,” Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.” Keluaran 20 7 1. Perkataan kita berkuasa karena kita segambar dan serupa dengan Allah Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang amsal 1624 Perkataan kita memiliki kuasa yang nyata. Allah bahkan berbicara untuk menjadikan semuanya dengan berkata-kata berfirman di dalam kuasa firman-Nya. Kita adalah bagian gambar dan rupa-Nya karena itulah kita memiliki kuasa dalam perkataan kita. Sebab melalui perkataan kita dapat melakukan melebihi sekedar menyampaikan informasi saja. Manusia adalah satu-satunya ciptaan di planet ini yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata. Kondisi ini unik dan merupakan kekuatan yang luar biasa yang dihadiahkan Allah bagi manusia. Perkataan memiliki kuasa untuk menghancurkan atau membangun kembali Amsal 126 2. Perkataan kita memiliki kuasa karena ada dampak Amsal 12 18 “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.” Perkataan dapat menolong kita untuk mencapai tujuan kita atau justru membawa kita pada kehancuran yang mengerikan. Amsal 154 Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.” Setiap apa yang kita katakan memiliki konsekuensi. Kita dapat membawa sebuah inspirasi dan kebahagiaan kepada yang lainnya melalui ucapan kita atau kesedihan dan luka hati kepada yang lain karena perkataan kita. Oleh sebab itu, kita harus lebih berhati-hati tentang apa yang hendak kita katakan. Jika kita berkata dalam kata-kata yang terburu-buru/ceroboh maka tidak ada nilai yang memcerminkan hal baik yang akan keluar melainkan hasilnya adalah efek yang negative. Seringkali kita berkata salah mengenai suatu hal karena kita tidak memikirkan sejenak apa yang hendak kita ucapkan. 3. Perkataan kita memiliki kuasa karena dapat mengubah keadaan Amsal 1727 “Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin”. Jika kita tidak berkata-kata dengan hati-hati seorang kepada yang lain, akan mengakibatkan kita tidak akan berkomunikasi dengan mereka ke depannya. Untuk menambah nilai komunikasi dalam percakapan kita kita dapat menambah sedikit hal-hal ringan seperti humor dan tawa. Amsal 1722 “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Adalah paling penting untuk memilih subject dari percakapan kita menurut apa yang hendak kita bicarakan seperti waktu dan tempat yang berbeda dalam percakapan. Kata-kata adalah hal penting karena kita akan mempertanggungjawabkannya dihadapan Tuhan. Matius 1236-37 inilah satu hal memngapa kita harus berpikir dua kali sebelum mengatakan apapun.! Paulus menulis untuk tidak mengatakan hal-hal yang tidak sehat yang keluar dari mulut kita tetapi untuk menolong dalam membangun satu dengan lainnya sesuai dengan kebutuhan juga sesuai apa yang mereka dengar Efesus 429 Paulus juga memperingatkan pentingnya kita saling memberkati dengan ucapan kita. Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa perkataan kita adalah luapan dari hati Mat 1234-35. Perkataan kita harusnya menghormati Tuhan., dan mencerminkan hubungan kita dengan-Nya. Dalam Yakobus 3, dengan jelas dituliskan bawah lidah kita bagaikan api , kata-kata jahat dan penuh dengan bisa racun Yak 36 Dalam kita, ada kata-kata yang merusak dan itu bisa dipakai oleh iblis untuk menjatuhkan kita dan orang lain di sekeliling kita. Olrh sebab itu sangat penting sekali untuk tetap berhati-hati dalam mengatakan sesuatu dan adalah langkah yang baik sebelemu mengatakan sesuatu menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu. Marilah kita memilih kata-kata kita dengan bijak sebab apa yang telah kita ucapkan tidak akan dapat ditarik kembali. Roma 812-14 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Petrus mengatakan kepada kita untuk selalu mempersiapkan diri dalam memberi jawaban mengenai pengharapan yang kita miliki namun dengan sopan dan lemah lembut. Pembaca yang terkasih, tidak banyak waktu bagi manusia untuk hidup di planet ini. Kerusakan ini disebabkan karena dosa dan penghakiman Tuhan sebab apa yang telah Ia katakan mengenai manusia yang jatuh ke dalam dosa tidak dapat ditarik kembali. Namun, kehidupan kekal di surga menanti kita yang berada di dalam Tuhan dan kehidupan kekal di Neraka bagi mereka yang menolak-Nya. Itulah sebabnya, jika engkau memohon pengampunan kepada Kristus supaya dosamu diampuni dan menyerahkan kepada-Nya akan segala keadaanmu maka engkau akan hidup bersama dengan-Nya. Islam mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk senantiasa berperangai baik dan mulia. Karena yang demikian adalah cerminan diri kita sebagai seorang muslim dengan keimanan dan ketaqwaan yang sesungguhnya. Baik dalam urusan berfikir, berperilaku, maupun bertutur kata. Yang ingin saya tulis di sini yaitu tentang satu poin penting yang terasa ringan namun sering kali kita lakukan, yaitu bertutur kata. Sebab ada suatu keterangan yang mengatakan, “Setiap kata yang terucapkan, merupakan doa yang terlantunkan.” Keterangan seperti ini, sangat bisa diasumsikan mengapa timbul kekhawatiran akan terucapnya suatu perkataan yang sesungguhnya kita sendiri pun tidak menginginkannya. Ada kalanya di suatu masa tanpa kita sadari, setiap ucapan yang pernah keluar dari diri kita akhirnya menjadi kenyataan. Hal yang demikian bukan terjadi tanpa disengaja, sebab Allah SWT jelas memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk senantiasa berkata yang baik. Kenyataannya, tidak semua orang mampu menjaga setiap kata yang terucap dari mulutnya., seakan menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat. Terkadang kita telat menyadari, bahwa apa yang terjadi pada diri kita saat ini, merupakan bagian dari lantunan doa yang telah kita panjatkan. Entah doa yang disengaja, maupun doa yang tanpa sengaja terselip dalam setiap ucapan kita. Dalam sebuah hadist di jelaskan “Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda “Sesungguhnya hamba-hamba yang berbicara dengan kata-kata yang diridha’i Allah Azza Wa Jalla tanpa berfikir panjang, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan perkataanya itu. Dan hamba-hamba yang berbicara dengan kata-kata yang dimurkai Allah tanpa berfikir panjang, Allah akan menjerumuskannya ke neraka jahanam dengan kata-katanya itu.” HR Bukhari, Ahmad dan Malik. Sesungguhnya baik atau buruknya suatu perkara adalah kembali kepada pengucapnya. Bila ucapannya bernilai ibadah, maka ganjaran dan pahala akan menyertainya. Jika bernilai maksiat makan akan menerima siksa/bala. Selain merujuk pada hadist di atas, kita juga bisa mengutip dari ayat yang tertuang dalam surat al-Isro’ ayat 53 yang artinya “Dan katakanlah kepada hamba-hambaku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik benar. Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” Allah sangat menghargai setiap manusia yang berusaha untuk menjaga perkataanya dangan kata-kata yg penuh ridha Allah dengan mengangkat derajatnya. Sebaliknya, Allah sangat memurkai. Manusia yang senang berbicara buruk, misalnya mencaci, mencela, mengutuk, berghibah, membicarakan aib sahabatnya dan berkata-kata kotor. Jika kita bisa berkata yang baik, maka jangan sekali-kali berkata yang buruk. Karena niscaya kita akan dalam kerugian. Oleh Sri Datuniati,

perkataan adalah doa dalam alkitab